Kesehatan

11 Ribu Tenaga Kesehatan Disiagakan Tangani Kesehatan Korban Banjir di Jabodetabek

— Untuk menangani kesehatan masyarakat di kawasan Jabodetabek yang terdampak banjir disiagakan 11 ribu tenaga kesehatan. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebutkan tenaga kesehatan tersebut berasal dari sipil dan militer, ada yang turun langsung ke lapangan maupun yang bertugas di rumah sakit. “Mereka siap dimana mana termasuk yang di rumah sakit dihitung bukan yang hanya dilapangan, karena itu kan menjadi pusat untuk mereka saling kait,” ungkap Terawan saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Jumat (3/1/2020).

Menkes Terawan juga memastikan posko dan tenaga kesehatan siaga sampai memang kondisi normal tidak ada batas waktu asal masyarakat mendapatkan akses kesehatan. “Pokso sampai tidak dibutuhkan lagi, ndak ada tenggat waktu, kita kan kerja ndaak ada batas waktu selama masyarakat masih membutuhkan silakan ya,” kata Terawan. Kemudian tenaga kesehatan yang disiagakan juga tidak hanya terkait masalah kesehatan fisik tapi juga masalah psikologi para korban banjir.

“Semua datang dari Puskesmas sendiri sudah ada psikolognya, dari temen temen sukarelawan juga ada yang dari sisi psikologinya , TNI Polri ada pendampingan juga ada,” ucap Terawan. “Jadi bisa melihat mereka semua betul betul dijaga merasa bagian dari bangsa,” sambung Terawan. Sementara itu akibat banjir yang melumpuhkan sebagian wilayah Jabodetabek hingga Kamis (2/1/2020) malam menimbulkan 30 korban.

Berdasakan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) rinciannya 17 orang meninggal karena terseret arus banjir, 5 orang tertimbun longsor, 5 orang tersengat listrik, dan 3 orang hipotermia atau kedinginan.

Ayu Novitasari
Mimpi tidak pernah menyakiti siapa pun jika dia terus bekerja tepat di belakang mimpinya untuk mewujudkannya semaksimal mungkin.

Leave a Response