Home / Internasional / 99 Persen Polisi AS Adalah Orang-orang Hebat Trump Bersikeras Tak Akan Bubarkan Kepolisian

99 Persen Polisi AS Adalah Orang-orang Hebat Trump Bersikeras Tak Akan Bubarkan Kepolisian

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menegaskan komitmennya tidak akan ada pengurangan anggaran dan pembubaran Departemen Kepolisian di AS. "Tidak akan ada pemangkasan anggaran, tidak akan ada pembubaran polisi kita," tegas Trump di Gedung Putih, pada Senin (8/6/2020) waktu setempat. Trump tegaskan, tidak ada 'aktor buruk' di institusi kepolisian AS.

Para personil kepolisian, menurut Trump, adalah orang orang hebat yang telah menjamin dan melindungi masyarakat dari tindak kejahatan. "Kami memastikan tidak ada aktor buruk di sana… Tapi 99 persen… dari mereka adalah orang orang besar, orang hebat dan telah melakukan pekerjaan dengan mencetak rekor," jelas Trump. Sebelum itu di Gedung Putih, Sekretaris pers Kayleigh McEnany mengatakan Trump terkejut dengan gerakan meminta pemangkasan anggaran dan pembubaran polisi.

Gelombang ujuk rasa memprotes rasialisme dan kebrutalan polisi setelah kematian warga kulit hitam, George Floyd, menyerukan pemangkasan anggaran dan pembubaran kepolisian. Dalam aksi unjuk rasa Minggu (7/6/2020), Presiden Dewan Kota Minneapolis, Lisa Bender bersama delapan anggota lainnya menegaskan komitmen untuk membubarkan kepolisian di kota itu. "Kami berkomitmen untuk membubarkan dan untuk membentuk kembali dengan masyarakat kita, sebuah model baru untuk keselamatan publik yang benar benar menjaga masyarakat kita aman," ujar Presiden Dewan Kota Minneapolis, Lisa Bender mengatakan kepada CNN.

Hal senada juga disampaikan anggota Dewan Alondra Cano melalui kicauannya di Twitter, seperti dilansir AFP, Senin (8/6/2020). Dia menjelaskan, Dewan Kota Minneapolis memiliki hak veto mayoritas atas upaya memperbaiki sistem kepolisian. Seorang anggota Polisi kulit putih di Minneapolis didakwa kasus pembunuhan pada 25 Mei, atas kematian George Floyd.

Anggota Polisi itu ditangkap dan didakwa setelah videonya viral. Dalam video tersebut, lutut anggota polisi itu menekan leher Floyd selama hampir sembilan menit. Floyd terlihat sempat mengatakan ia tidak bisa bernafas. Kasus kematian Floyd telah memicu dua minggu aksi demonstrasi damai di seluruh negeri melawan rasisme dalam penegakan hukum AS.

Protes terhadap ketidaksetaraan rasial marak terjadi setelah kematian di Minneapolis. Bender mengatakan kepada CNN, pihaknya ingin mengalihkan anggaran kepolisian untuk arah strategi berbasis masyarakat. Kata dia, Dewan Kota akan mulai mendiskusikan bagaimana mengganti Kepolisian saat ini.

"Gagasan tidak memiliki Departemen Kepolisian tentu tidak dalam jangka pendek, " tambahnya.(Reuters/AFP/Channel News Asia/CNN)

About Admin

Avatar
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup.

Check Also

Ribuan Demonstran Tuntut Tanggung Jawab Pemerintah Buntut Insiden Ledakan Besar di Beirut Lebanon

Insiden ledakan besar yang terjadi di Beirut Lebanon berbuntut panjang. Massayang berdemonstrasi atas insiden tersebutmeminta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *