Home / Metropolitan / Begini Klarifikasi Disdik DKI Jakarta 8 Miliar Viral di Media Sosial soal Anggaran Lem Aibon Rp 82

Begini Klarifikasi Disdik DKI Jakarta 8 Miliar Viral di Media Sosial soal Anggaran Lem Aibon Rp 82

Media sosial tengah diramaikan dengan unggahan yang memperlihatkan anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang dinilai aneh. Pasalnya, anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta tersebut mencantumkan tentang pembelian lem Aibon yang mencapai angka Rp 82,8 miliar. Kejanggalan anggaran tersebut dibagikan oleh Anggota DPRD DKI William Aditya Sarana melalui akun Twitter pribadinya, @willsarana pada Selasa (29/10/2019).

Di akun Twitter nya tersebut, William Aditya Sarana mengunggah foto yang menampilkan anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang mensuplai dua kaleng lem Aibon per murid setiap bulannya. "Ditemukan anggaran aneh pembelian lem aibon 82 milliar lebih oleh Dinas Pendidikan. Ternyata Dinas Pendidikan mensuplai 2 kaleng lem Aibon per murid setiap bulanya.

Buat apa? Https://apbd.jakarta.go.id/main/pub/2020/1/4/rka/221/list?cd=dW5pdD0xMDEwMTMwMSZpZGdpYXQ9NTY1NTcz Kalau banyak yang RT besok pagi saya akan buka bukaan soal anggaran DKI" tulis William Aditya Sarana pada keterangan fotonya.

Kicauan William Aditya Sarana itu pun menjadi viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat para warganet lainnya. Mengetahui hal ini menjadi perbincangan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta pun memberikan klarifikasinya. Mengutip dari Kompas.com pada Rabu (30/10/2019), pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta pun akan melakukan pengecekan ulang pengajuan anggaran dalam dokumen rancangan KUA PPAS 2020.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Susi Nurhati mengomentari temuan William Aditya Sarana. "Ini sepertinya salah ketik, kami sedang cek ke semua komponennya untuk diperbaiki, " kata Susi Nurhati saat dihubungi di Jakarta, Selasa (29/10/2019) malam. Menurut Susi, dalam usulan anggaran dinas melalui Suku Dinas Pendidiklan Wilayah 1 Kota Jakarta Barat itu, barang yang diusulkan berupa kertas dan tinta saja.

Ia juga menegaskan tidak ada pengajuan anggaran untuk membeli lem Aibon. "Itu ATK, tapi kami hanya mengusulkan kertas dan tinta saja," ujarnya. Kemudian, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat juga memberikan klarifikasinya.

Ia menyatakan bahwa tidak ada anggaran Rp 82,8 miliar untuk pembelian lem Aibon dalam program belanja alat tulis kantor 2020. "Terkait dengan anggaran Aibon, saya sudah coba sisir, insya Allah tidak ada anggaran Aibon sebesar Rp 82,8 miliar tersebut," ujar Syaefuloh di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019). Menurutnya, anggaran Rp 82,8 miliar itu adalah anggaran sementara yang dimasukkan ke dalam sistem e budgeting DKI Jakarta.

Anggaran tersebut adalah anggarat alat tulis kantor seluruh sekolah di Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat. Anggaran itu kemudian disisir ulang oleh Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Lalu, anggaran direvisi menjadi Rp 22,7 miliar untuk alat tulis kantor di seluruh sekolah di Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat.

"Belanja alat tulis kantor yang di situ ada komponen Aibon disampaikan Rp 82 miliar, sebenarnya alat tulis kantor seluruh sekolah itu hanya Rp 22 miliar," kata Syaefuloh.

About Admin

Avatar
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup.

Check Also

Begini Kronologinya Praktik Peredaran Surat Swab Tes Palsu di Bandara Soekarno Hatta TERBONGKAR

Kasus praktik peredaran surat swab tes palsu terbongkar.Jajaran Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang berhasil mengungkap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *