Home / Travel / Desa yang Dihuni Ratusan Boneka Melihat Keunikan Desa Nagaro di Jepang

Desa yang Dihuni Ratusan Boneka Melihat Keunikan Desa Nagaro di Jepang

Sebuah desa di Jepang ini sangatlah unik, karena banyak dihuni oleh boneka. Desa tersebut bernama Nagoro yang terletak di wilayah Prefektur Tokushima, Pulau Shikoku. Ia telah membuat boneka seukuran manusia untuk mengisi Desa Nagoro yang jumlah penduduknya menyusut dari tahun ke tahun.

Meskipun pernah dikatakan bahwa para seniman di desa desa Jepang lainnya juga telah menciptakan boneka untuk membuat mereka lebih hidup, tapi Desa Nagoro lah yang paling memikat hati para wisatawan. Menurut wawancara dari berbagai media, Ayano menjelaskan bahwa ia kembali ke Nagoro dari Osaka selama beberapa tahun terakhir. Ia kembali ke desa kelahirannya tersebut untuk menjaga ayahnya yang sakit setelah ibunya meninggal.

Pada saat itulah ia membuat orang orangan sawah dan menaruhnya di kebun untuk mengusir burung burung. Orang orangan sawah tersebut dibuat dari pakaian bekas milik ayahnya. Dalam sebuah wawancara dengan AFP, dia mengatakan bahwa merasa lucu ketika seorang pekerja mengatakan 'halo' kepada orang orangan sawah tanpa menyadari bahwa itu bukanlah ayahnya.

Lambat laun, Ayano menyadari bahwa penduduk desanya berkurang. Para lansia meninggal dunia, sekolah dan toko tutup, serta para kamu mudah pindah ke wilayah perkotaan untuk kesempatan yang lebih baik. Menindaklanjuti hal tersebut, Ayano memutuskan untuk menciptakan kembali masa masa indah itu dengan boneka yang menggambarkan kehidupan di desanya.

Dia mengasah keterampilannya membuat orang orangan sawah untuk membuat boneka seukuran dengan penduduk yang telah meninggal. Selain para penduduknya, beberapa tokoh khayalan juga ditambahkan. Ketika ada seorang tetangga yang sering berinteraksi dengan Ayano meninggal dunia, ia lalu membuat bonek menyerupai wujud tetangganya tersebut, sehingga ia dapat melanjutkan interkasinya, meskipun dalam khayalan.

Para pengunjung memperhatikan bagaimana ia telah menciptakan rupa yang indah dari ibunya untuk menemaninya di rumah. Seperti dikutip The New York Tmes, ada sekira 350 boneka yang telah dibuat oleh Ayano dan teman temannya. Bahkan, boneka boneka tersebut lebih banyak jumlahnya dari penduduk yang tinggal di desa.

Bangunan bangunan yang telah ditinggalkan pun juga diisi oleh boneka boneka ciptaanya. Para pengunjung dapat melihat langsung boneka boneka yang bersantai di depan toko, menunggu di halte, sepasang suami istri duduk di bangku tepi sungai, seorang anak yang bermain ayunan, dan masih banyak lagi. Salah satu kreasi Ayano yang cukup terkenal adalah sekolah lokal Desa Nagoro yang sudah ditutup.

Di dalam sekolah tersebut terdapat ruangan yang penuh dengan boneka layaknya siswa yang sedang mendengarkan guru saat mengajar. Ayano mengatakan dibutuhkan sekitar tiga hari untuk membuat setiap boneka seukuran manusia. Koran, kapas, kancing, kain, kabel, cat, dan banyak benda lain digunakan untuk membuat boneka yang kemudian dilengkapi dengan pakaian bekas.

Pemandangan unik di Desa Nagoro ini dapat kamu saksikan dengan jelas melalui fitur tampilan jalan 360 derajat di Google Maps.

About Admin

Avatar
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup.

Check Also

Protokol Kesehatan Akan Diterapkan di Semua Sektor Fakta New Normal Umrah

Ibadah umrahdisebut akan menerima protokol kesehatan di era normal baru saat dibuka kembali. Bendahara Umum …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *