Home / Regional / Ini Sanksi Sosial yang Cocok buat Ferdian Paleka Cs Menurut Aktivis HAM Bukan Cacian atau Makian

Ini Sanksi Sosial yang Cocok buat Ferdian Paleka Cs Menurut Aktivis HAM Bukan Cacian atau Makian

Aktivis HAM dari Kota Solo, Fitri Haryani menilai, selain sanksi hukum YouTuber Ferdian Paleka Cs juga perlu menerima sanksi sosial. Fitri mencontohkan sanksi sosial tersebut seperti unfollow akun sosial media para pelaku. "Daripada melakukan hujatan, caci maki, atau perang kata kata sampah di medsos."

Manager Divisi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Masyarakat (PPKBM) Yayasan Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SPEK HAM) Solo ini juga menyampaikan pandangannya. Fitri meyakini apa yang dilakukan Ferdian Paleka dan kawan kawannya hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah subscriber dengan meninggalkan rasa kemanusiaan terhadap sesama. "Hal yang dilakukan hanya panjat sosial tetapi nila inilai kemanusiannya hilang," ucapnya.

Fitri juga menilai dengan memberikan bingkisan berupa sampah ke orang lain dengan maksud lelucon bisa dimaknai sebagai pelanggaran HAM. Mengingat mendapatkan makanan dan penghidupan yang layak merupakan hak setiap orang. "Tetapi kemudian caranya yang tidak dengan melakukan penyerangan pada identitas gender seseorang, kalau kemudian itu dilakukan berarti dia telah melakukan pelanggaran HAM,"kata dia.

Terlebih situasi pandemi Covid 19 ini, sejumlah sektor ikut terdampak. Seperti pemutusan hubungan kerja atau PHK, sehingga masyarakat miskin atau pun kelompok minoritas yang akan menanggung beban lebih berat. "Dampak yang lain misalnya soal akses ekonomi untuk mendapatkan sumber sumber pendapatan agar kebutuhan ekonomi seperti untuk makan juga semakin sempit."

"Nah disaat seseorang melakukan pembagian sembako, semua orang yang mendapatkan paket sembako tersebut mesti merasa sangat terbantu, tetapi kemudian hal tersebut hanya kegiatan untuk menaikkan popularitas tetapi meninggalkan aspek kemanusiaan ," tandasnya. Ketua Persatuan Waria (Perwaris) Kota Semarang, Silvy, mengaku prihatin dengan aksi Ferdian Paleka dan kawan kawan. "Ikut berduka cita atas apa yang terjadi dengan teman waria dan korban prank yang lain, termasuk anak anak juga."

Nggak bisa bayangkan perasaan korban ketika membuka kardus tersebut, padahal waktu menerima, mereka sudah mendoakan yang bagus bagus, promosi channel YouTube nya juga." Silvy menyayangkan kenapa ada pihak pihak yang mengesampingkan rasa kemanusiaannya hanya untuk sebuah konten semata. "Miris liat tingkah YouTuber yang demi konten, nggak peduli soal kemanusiaan."

"Liat aja semua video mereka, isinya pelecehan terhadap kelompok minoritas," imbuhnya. Silvy melanjutkan, ia meminta kepada semua pihak untuk tidak mem blow up kasus ini lebih lama. Menurutnya perhatian masyarakat yang berlebih dapat meningkatkan popularitasnya.

"Pelaku akan terkenal dan itu yang dia mau. Walaupun dengan tindakan tidak terpuji," katanya. Silvy mengaku telah melakukan komunikasi dengan rekan rekan waria di wilayah Bandung. "Langkah kami pertama kali adalah me report video tersebut di YouTube, jangan menonton videonya, karena hanya menambah AdSense mereka. Report juga akun medsosnya, termasuk Instagram dan lain lain."

"Kemudian berkoordinasi dengan teman teman komunitas waria di Bandung terkait perkembangan laporan kasusnya. Serta memberikan dukungan moral kepada korban," ucapnya. Terakhir Silvy meminta kepada masyarakat untuk menghargai keberadaan rekan rekan waria di seluruh Indonesia. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali dikemudian hari.

"Semoga tidak terjadi lagi kejadian seperti ini." "Jika Anda tidak bisa menerima kami sebagai waria, setidaknya terimalah kami sebagai manusia," tandasnya. Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri, membenarkan lokasi pengambilan video prank ini berada di wilayah hukum Polrestabes Bandung.

Sedangkan video dibuat pada Jumat (1/5/2020) dini hari. Galih melanjutkan, pihaknya telah mengamankan satu orang pelaku berinisial T. Saat ini, T berada di Mapolrestabes Bandung untuk keperluan pemeriksaan awal.

Dari kontruksi peristiwa melibatkan data elektronik, maka kasus ini masuk kasus tindak pidana ITE. "Pasal yang akan kami kenakan Pasal 45 ayat 3 Undang undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Semua pihak yang ada di video akan kami mintai keterangannya dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah," ujar dia. Ferdian Paleka sendiri saat ini masih dalam pencarian pascavideo viral.

Rumahnya di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung sempat didatangi polisi. "Kami sempat datangi rumahnya cuma yang bersangkutan tidak ada. Jadi kami tetap pakai upaya paksa, kami sarankan kooperatif supaya menyerahkan diri," kata dia.

About Admin

Avatar
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup.

Check Also

Seorang Pembantu Nekat Cabuli Bayi Majikan Menggunakan Botol Parfum Demi Turuti Keinginan Suaminya

<div > – Seorang pembantu wanita berinisial VV (19) tega mencabuli bayi perempuan berusia 8 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *