Home / Internasional / Menyuruh Mereka Putar Balik Tentara Suriah Hentikan Patroli Militer Amerika Serikat

Menyuruh Mereka Putar Balik Tentara Suriah Hentikan Patroli Militer Amerika Serikat

Tentara Suriah menghentikan patroli militer Amerika Serikat (AS). Mereka menghentikan patroli militer AS yang berada di timur laut Suriah dan memaksanya untuk kembali. Ini bukan pertama kalinya pasukan pemerintah Suriah membatasi gerakan militer AS di daerah tersebut.

Dikutip dari , selama beberapa bulan terakhir, insiden semacam itu telah lazim terjadi. Sebelumnya, beberapa laporan muncul bahwa militer AS telah memblokir pergerakan Polisi Militer Rusia di timur laut Suriah. Letnan Kolonel Samer, Pemimpin pos pemeriksaan Angkatan Darat Suriah di desa Khirbat Amo buka suara.

Melalui unggahan Twitter , ia mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan kendaraan penjajah Amerika lewat. Letnan Kolonel Samer menuturkan, ia dan orang orang Khirbat Amo serta orang orang Albawaer Abo AlAsi berjanji pada diri mereka untuk menendang keluar pekerjaan tersebut. Polisi Militer Rusia mengawal konvoi kecil kendaraan militer Turki yang diduga membawa pasukan dari pos terdepan mereka di wilayah Idlib.

Pos pengamatan yang didirikan Turki itu tadinya ada di wilayah yang dikuasai kelompok bersenjata pemberontak. Diberitakan , namun kini telah direbut kembali pasukan Suriah. Belum diketahui letak persis pos yang ditinggalkan pasukan Turki itu.

Berita ini dipublikasikan situs berita Southfront.org, Selasa (18/2/2020). Konvoi yang melintasi jalan raya M5 menghubungkan Damaskus Aleppo dan juga Idlib. Terdiri ranpur Polisi Militer Rusia, satu unit mobil jip putih, disusul dua truk militer Turki, dua mobil tangki, dan ditutup truk militer Rusia.

Presiden Tayyip Erdogan berkali kali mengultimatum akan menggunakan segala cara, jika pasukan Suriah tidak mundur atau meninggalkan Provinsi Idlib. Namun peringatan keras itu tak digubris Damaskus dan Rusia. Operasi militer memburu teroris di Idlib terus dilakukan dan berhasil mengusir mereka dari daerah pinggiran Idlib.

Tiga pekan lalu, Turki mengirimkan pasukan, senjata dan kendaraan tempur dalam jumlah cukup besar ke Idlib. Senin (17/2/2020) Turki juga dikabarkan mengirim lagi pasukan, logistik, dan persenjataan dalam jumlah besar ke Idlib. Kendaraan tempur multiple rocket launcher juga disiagakan di Reyhanli, kota di perbatasan Suriah Turki yang masuk wilayah Provinsi Hatay.

Sebanyak 14 tentara Turki tewas di Idlib dan sekitarnya akibat serangan pasukan Suriah, yang mengejar para teroris dan berusaha memulihkan kedaulatan negaranya. Idlib jadi kantong besar kelompk kelompok bersenjata yang tadinya tersebar d berbagai front. Hayat Tahrir al Sham menjadi kelompok bersenjata terbesar di wilayah ini.

Mereka mendapat dukungan langsung dari Turki. Logistik maupun persenjataan dari personal hingga yang canggih seperti, drone, rudal antitank, dan peluncur roket ganda. Dalam dua pekan terakhir, dua helikopter militer Suriah ditembak jatuh di Idlib dan dekat Aleppo. Kedua heli itu dihantam rudal panggul yang dikuasai pemberontak.

Turki berusaha keras mempertahankan sekitar 7.000 tentaranya di Suriah, guna melindungi kelompok kelompok bersenjata yang didukungnya di Idlib. Mereka terus mengupayakan peredaan konflik, dan membujuk Rusia agar mengupayakan gencatan senjata di Idlib.

About Admin

Avatar
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup.

Check Also

Ribuan Demonstran Tuntut Tanggung Jawab Pemerintah Buntut Insiden Ledakan Besar di Beirut Lebanon

Insiden ledakan besar yang terjadi di Beirut Lebanon berbuntut panjang. Massayang berdemonstrasi atas insiden tersebutmeminta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *