Home / Corona / Rumah Sakit Non Rujukan Covid-19 Lebih Berisiko Terpapar Virus Corona PPNI

Rumah Sakit Non Rujukan Covid-19 Lebih Berisiko Terpapar Virus Corona PPNI

DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menilai fasilitas kesehatan atau rumah sakit non rujukan Covid 19 memiliki risiko tinggi paparan virus corona. Hal ini dikarenakan fasilitas kesehatan yang menjadi rujukan pasien Covid 19 dinilai memiliki kesiapan yang lebih. Asep menilai rumah sakit non rujukan dianggap tidak memiliki pasien yang berkaitan dengan Covid 19.

"Padahal kenyataannya, fasilitas kesehatan non rujukan lebih berisiko, apalagi jika ada pasien yang tidak jujur," ujarnya. Maka dari itu, Asep menyebut pemerintah harus memastikan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis, termasuk yang bertugas di fasilitas kesehatan non rujukan. "Pemerintah supaya betul betul harus mendistribusikan APD dengan baik," ungkapnya.

Asep menilai upaya pemerintah dalam menyediakan APD bagi tenaga medis sudah lebih baik dibandingkan pada waktu awal awal pandemi Covid 19 di Indonesia. Ia pun berpesan kepada rekan rekan perawat untuk menggunakan APD dengan sebaik mungkin. Kami menyarankan kepada sejawat kami para perawat di fasilitas kesehatan, baik di rumah sakit, puskesmas, hingga klinik, untuk berhati hati," ujar Asep.

"APD bukan pakaian untuk bergaya, bukan untuk selfie ria, walaupun tidak salah." "Yang penting ingat prosedur dan standar penggunaan APD, sekecil apapun kesalahan memakai APD bisa berakibat buruk," imbuhnya. Hal ini disampaikan Asep juga sebagai respons atas bertambahnya kasus kematian tenaga perawat di Indonesia.

Asep mengungkapkan total sudah ada 24 perawat yang meninggal dunia sejak bulan Maret. "Tapi tidak semuanya karena Covid 19," ujar Asep. Perawat yang meninggal karena Covid 19 berjumlah 9 orang.

Sedangkan 9 perawat meninggal dunia dalam status PDP Covid 19. Sementara itu 6 perawat meninggal bukan karena Covid 19. Sementara itu diberitakan sebelumnya satu tenaga perawat yang bertugas di RSPI Sulianti Saroso Jakarta meninggal dunia karena Covid 19.

Almarhum bernama Heri Soesilo. Dilansir dari unggahan insta story akun Instagram DPP PPNI, @dpp_ppni, almarhum meninggal dunia pada Sabtu (2/5/2020) kemarin. Sementara itu dilansir , Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril mengungkapkan, Heri Soesilo dinyatakan meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona tipe 2 (SARS CoV 2) atau Covid 19.

"Innalilahi wainnailaihi rajiun, kami keluarga besar Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulastri Saroso Jakarta, telah kehilangan seorang perawat terbaik kami bernama Heri Soesilo," kata Syahril dalam sebuah video, Minggu (3/5/2020) dilansir Kompas.com. Syahril mengungkapkan Heri dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (2/5/2020). Syahril menyebut, Heri Soesilo bergabung di RSPI Sulianti Saroso di tahun 2020 ini.

Heri pun langsung diterjunkan menangani pasien diisolasi di rumah sakit khusus Covid 19 ini. "Perjuangan beliau sangat hebat, beliau disiplin bekerja baik, komitmen dan berintegritas tinggi di dalam berjuang melawan Covid 19 ini," ucap Syahril. Syahril menjelaskan Heri kemudian jatuh sakit pada 10 April 2020 lalu.

Ia pun diisolasi di RSPI Sulianti Saroso. Hasil pemeriksaan menunjukkan Heri positif Covid 19. Sementara itu dari mana Heri terpapar Covid 19 belum diketahui.

Syahril menyebut jasa Heri akan terus terkenang sebagai salah satu pejuang Covid 19. "Kita semua siap untuk melanjutkan perjuangan beliau dalam rangka memerangi Covid 19 di Indonesia ini, semoga amal beliau diterima di sisi Allah SWT," ucap Syahril. Sekretaris Tim Penanganan Covid 19 DPP PPNI, Asep Gunawan, juga membenarkan meninggalnya Heri Soesilo karena Covid 19.

Namun Asep belum bisa memberikan keterangan lebih lengkap. Pihaknya mengaku tengah melakukan investigasi dan berkomunikasi lebih lanjut dengan keluarga almarhum. Namun Asep menjelaskan dengan kasus Heri Soesilo, total sudah ada 24 perawat yang meninggal dunia sejak bulan Maret.

"Tapi tidak semuanya karena Covid 19," ujar Asep. Perawat yang meninggal karena Covid 19 berjumlah 9 orang. Sedangkan 9 perawat meninggal dunia dalam status PDP Covid 19.

Sementara itu 6 perawat meninggal bukan karena Covid 19. Sementara itu berdasar data pemerintah hingga Sabtu (2/5/2020) pukul 12.00 WIB, ada penambahan kasus Covid 19 sebanyak 292 kasus. Sehingga total pasien positif Covid 19 mencapai 10.843 orang.

Adapun kasus sembuh berjumlah 1.665 orang. Sedangkan kasus kematian bertambah 31 pasien meninggal, sehingga totalnya menjadi 831 orang.

About Admin

Avatar
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup.

Check Also

128.776 Kasus Positif 5.824 Meninggal 83.710 Sembuh Update Corona Indonesia 11 Agustus 2020

Pemerintah kembali merilis update data terkaitpenanganan virus corona (Covid 19) di Indonesia. Dilansir darilaman , …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *