Home / Nasional / Siapkan 3 Tahapan hingga Tanggapan Menteri ESDM FAKTA Rencana Pertamina Hapus Premium & Pertalite

Siapkan 3 Tahapan hingga Tanggapan Menteri ESDM FAKTA Rencana Pertamina Hapus Premium & Pertalite

PT Pertamina (Persero) berencana menghapus penggunaanbahan bakar minyak (BBM) yang memiliki nilai oktan rendah. Yakni jenis Premium (RON 88) dan jenis Pertalite (RON 90). Alasan Pertamina akan hapus BBM Premium dan Pertalite karena dinilai tidak ramah lingkungan.

Pertamina untukmenghapus secara perlahan penggunaan Premium dan Pertalite itu dengan tiga tahapan yang akan dilakukan. Hal itu sesuai data dari Pertamina dalam rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Tiga tahapan itu merupakansimplifikasi varian produk dan comply dengan Peraturan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2017.

Peraturan Menteri tersebut mengatur soal baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Tahap pertama, pengurangan bensin Premium disertai dengan edukasi dan campaign untuk mendorong konsumen menggunakan BBM Ron 90 ke atas. Tahap kedua,pengurangan bensin Premium dan Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) disertai dengan edukasi dan campaign untuk mendorong menggunakan BBM di atas RON 90 ke atas.

Tahap ketiga, simplifikasi produk yang dijual di SPBU hanya menjadi dua varian yakni BBM RON 91/92 (Pertamax) dan BBM RON 95 (Petamax Turbo). Konsumsi BBM jenis Premium dan Pertalite masih mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menanggapi terkait rencana Pertamina menghapus jenis BBM yang tidak ramah lingkungantersebut.

Arifin Tasrif pun tak menampik adanya rencana penghapusan Premium dan Pertalite. Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, ia mengungkapkan, penghapusan Premium dan Pertalite menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi karbon. "Kita memliki komitmen mengurangi emisi karbon dalam jangka panjang," kata Arifin, dikutip dari .

Arifin mengatakan, saat ini Indonesia menjadi salah satu dari enam negara yang masih menggunakan BBM sejenis Premium. Padahal, negara negara maju sudah meninggalkan pemakaian BBM jenis tersebut. "Kita melihat Premium, kita ini satu dari enam negara yang masih menggunakan Premium," jelas Arifin Tasrif.

Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 tentang batasan RON. Oleh karena itu, pemerintah akan mendorong penggunaan energi yang lebih bersih, termasuk BBM. "Ke depannya akan ada penggunaan energi lebih bersih, dampaknya mengurangi beban lingkungan," tandasnya.

About Admin

Avatar
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup.

Check Also

Taruhannya Sangat Mahal Desak Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Legislator PKS

Klaster baru yang muncul akibat dibukanya pembelajaran tatap muka bagi sekolah di zona hijau dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *